Just another free Blogger theme

Erosi dan korosi pada permukaan komponen purifier sama – sama memiliki efek deformatif yang akan mengakibatkan kerusakan permukaan logam. Efek dari erosi dan korosi harus diminimalkan untuk menghindari terganggunya fungsi purifikasi dan/atau kerusakan komponen yang lebih parah pada saat operasional.

Erosi.

Erosi terjadi karena adanya benturan atau tubrukan zat cair pada seuatu permukaan. Pengikisan material karena erosi akan terjadi lebih cepat pada saat zat cair mengalir cepat dengan frekuensi berulang dan berkelanjutan. Erosi dapat diidentifikasi dengan kondisi sebagai berikut,

-         Permukaan material terlihat mengkilap. Kondisi ini terjadi sat erosi yang terjadi masih dalam tahapan awal.

-         Deformasi, pengikisan material dan terbentuknya lubang pada permukaan komponen purifier.

Sebagai contoh, purifier dari ALFA LAFAL memberikan batas maksimal pengikisan atau kedalaman akibat erosi sebesar 1 mm. Kerusakan akibat erosi apabila tidak dilakukan pennganan dengan segera, akan menghasilkan kerusakan lubang yang semakin dalam dan kekuatan material akan semakin berkurang.


Ilustrasi terjadinya erosi pada permukaan komponen purifier.

(Foto: Manual book purifier ALFA LAFAL).



Beberapa titik pada komponen purifier yang memiliki resiko tinggi terjadinya erosi adalah sebagai berikut.


1.       Sisi atas paring disc.

2.       Top disc.

3.       Ujung permukaan sludge discharge port.

4.       Ujung sliding bowl.

5.       Sisi bawah distributor.

6.       Permukaan bawah sliding bowl.

7.       Ujung sealing ring pada permukaan sliding bowl.

(Foto: Manual book ALFA LAFAL)



Korosi.

Korosi adalah kerusakan komponen logam yang terjadi akibat dari reaksi kimia terhadap bahan yang mengandung zat asam. Kerusakan komponen karena korosi dapat berupa pengikisan permukaan logam, keretakan hingga terbentuknya lubang pada permukaan.

Beberapa factor yang memungkinkan memicu terjadinya korosi pada komponen purifier adalah,

-            Operating water dan/atau zat cair yang dipisahkan meimiliki nilai  pH rendah (asam).

-            Permukaan komponen purifier tertutup oleh deposits yang mempercepat reaksi kimia.

Perbedaan korosi dan erosi adalah sebagai berikut,

Korosi

Erosi

Kerusakan komponen karena pengaruh kimia / reaksi kimia.

Kerusakan komponen karena proses fisik.

Pemicu korosi adanya kandungan oksigen / zat asam yang memicu terjadinya reaksi kimia.

Pemicu erosi adalah zat cair, angin, pengaruh gaya gravitasi.

Penanggulangan dilakukan dengan memutus rantai reaksi kimia. Dengan cara menghilangkan oksigen / zat asam serta melakukan pelapisan komponen dengan zat anti korosi.

Penanggulangan dilakukan dengan perbaikan komponen yang telah mengalami kerusakan.

Pemeriksaan detail komponen pada saat perawatan dan pembongkaran komponen bowl purifier menjadi hal yang sangat penting untuk melakukan identifikasi terjadinya kerusakan karena erosi dan/atau korosi.


 

Penggunaan kertas gosok / amplas / sand papper menjadi sangat penting untuk menunjang pekerjaan diatas kapal. Tingkat halus dan kasarnya suatu amplas "sand papper" ditunjukkan dengan besarnya kecilnya angka yang tertera pada balik permukaan sisi gosoknya.

Adapun rincian sebagai panduan nilai angkanya adalah sebagai berikut:

1. Kasar ditunjukkan dengan angka 40 sampai 100.

2. Sedang ditunjukkan dengan angka 120 sampai 240.

3. Halus ditunjukkan dengan angka 280 sampai 800.

4. Sangat halus ditunjukkan dengan angka 1000 sampai dengan nilai diatasnya.


Sederhananya, semakin besar nilai grit sand papper, menunjukkan bentuk fisik yang semakin halus.



Sisi belakang kertas amplas dengan grit 800. (Foto: Dokumentasi pribadi penulis)


Disc stack yang telah tersusun pada distributor selanjutnya dipasangkan pada disc bowl. Susunan disc bowl harus diikat kuat menggunakan lock ring yang terpasang pada bowl body.

 


 

1. Lock ring

2. Bowl hood

3. Bowl body

4. Disc stack



Posisi marking sejajar yang terpasang antara lock ring dengan bowl body.

Gambar: Manual book purifier ALFA LAFAL.




Yang dimaksud dengan disc stack pressure adalah kuatnya tekanan disc stack yang berasal dari ikatan lock ring terhadap bowl body. Besar dan kekuatan tekanan terhadap disc stack dinyatakan sudah tepat adalah saat ikatan lock ring sejajar dengan bowl body.

1.            Paring chamber cover (small lock ring)

2.            O-ring

3.            Upper paring disc

4.            Guide sleeve with gasket

5.            O-ring

6.            Gasket

7.            Gravity disc (or clarifier disc)

8.            Lock ring

9.            O-ring

10.        Bowl hood with seal ring

11.        Top disc

12.        Oil paring disc

13.        Level ring

14.        O-ring

15.        Bowl discs

16.        Wing insert

17.        Bowl discs

18.        Distributor



1. Cap nut

2. Distributing cone

3. O-ring

4. Sliding bowl bottom

5. Rectangular ring

6. Screw

7. Bowl body

8. Nozzle

9. O-ring

10. Valve plug

11. Operating slide

12. Spring

13. O-ring

14. Spring support

15. Screw



Disc stack pressure menjadi perhatian yang sangat penting karena merupakan akan memberikan pengaruh yang sangat besar pada saat operasional purifier. Disc stack pressure yang sesuai akan memberikan pengaruh terhadap bowl balance. Apabila bowl body terpasang dengan tidak setimbang, akan memberikan dampak buruk pengaruh un-balance pada saat purifier beroperasi. Un-balance yang dimaksudkan akan menimbulkan over-vibration yang akan mengakibatkan kerusakan ball-bearing dan komponen lainnya.














 

 Pada umumnya, bahan bakar minyak yang digunakan diatas kapal adalah jenis high sulphur fuel oil (HFSO). Dengan nilai ekonomis yang relatif terjangkau, bahan bakar jenis ini memiliki karakteristik viskosotas, berat jenis dan kandungan belerang yang cukup tinggi. Terkait dengan penggunaannya diatas kapal, BBM jenis HFSO memerlukan beberapa tindakan penanganan sebelum dinyatakan layak untuk dikonsumsi oleh mesin.

Penataan purifier yang ada diatas kapal sebagai sarana pre-treatment BBM kapal. (Gambar: Dokumentasi pribadi penulis)


Beberapa tindakan pre-treatment terhadap bahan bakar jenis HFSO adalah,

1.      Draining & cleaning settling tank.

Tindakan drain dimaksudkan untuk memeriksa dan membersihkan bahan bakar yang tertampung dalam settling tank dari kontaminasi air dan/atau sludge. Apabila bahan bakar yang tertampung dalam tangki mengandung air dan/atau sludge, dimungkinkan akan menimbulkan masalah dalam sistem bahan bakar mesin. Sumbatan dalam saluran pipa dan filter, kandungan air yang ikut dialirkan dalam combustion chamber, serta terbentuknya waxy sludge dari micro-crystals memungkinkan akan mengganggu operasional mesin kapal.

Quick share : Tentang Settling & Service tank.

-          Minimal dipasangkan dua tangki (settling dan service tank)

-        Kapasitas tangki harus dapat meng-cover pemakaian BBM selama 24 jam operasional kapal dalam kondisi normal.

-  Kapasitas tangki dengan pemakaian 24 jam dimaksudkan untuk memungkinkan terjadinya pemisahan gravitasi secara alami dari kontaminasi air dan/atau sludge sebelum bahan bakar digunakan.

-        Settling dan service tank memiliki permukaan yang miring pada sisi dasar. Permukaan yang miring akan memudahkan pengurasan dalam peoses cleaning tank.

-   (Lebih baik) Menggunakan plat berlubang yang dipasangkan sejajar dengan dasar tangki untuk menjaga dan menampung endapan bahan bakar.

-          Penataan suction pipe harus lebih tinggi pari posisi drain valve.

 

2.      Penataan sistem ventilasi pada tangki yang baik.

Sistem ventilasi pada tangki memiliki peran yang sangat penting. Selain memperlancar aliran bahan bakar dari tangki menuju sistem pipa, ventilasi juga akan menjamin keselamatan dengan mencegah terjadinya tank explosions pada saat proses filling dan/atau heating. Uap bahan bakar akan dialirkan menuju udara luar sehingga resiko ledakan dapat diminimalkan. Hal yang harus diperhatikan kaitannya dengan faktor keselamatan dan keamanan adalah memastikan pipa ventilasi tangki terhindar dari sumber api serta dilokalisir untuk membatasi jarak aman untuk pekerjaan panas (hot work) yang ada disekitar pipa ventilasi.

3.       Proses heating.

Selain untuk menurunkan nilai viskositas bahan bakar, proses pemanasan dilakukan untuk mempermudah proses purifikasi dalam unit separator/purifier. Proses pemanasan bahan bakar dilakukan secara bertahap pada bebepara titik diantaranya,

-          Pada tangki double bottom.

-          Pada settling & service tanks.

-          Pada heater purifier.

-          Pada heater FO sistem sebelum masuk mesi.

Sedikitnya pada empat titik diatas dilakukan pemanasan secara bertahap sehingga nilai viskositas bahan bakar menjadi layak konsumsi pada angka 10-15cSt.

4.      Separation

Proses ini dilakukan dengan menggunakan purifier dan clarifier untuk memisahkan bahan bakar dengan kontainasi air dan/atau sludge dari double bottom tank.

 

Pada dasarnya pre-treatment bahan bakar dilakukan untuk mencapai tujuan akhir yaitu didapatkan bahan bakar yang bersih (terbebas dari kontaminasi air dan/atau sludge) serta didapatkan kekentalan bahan bakar yang ideal untuk operasional mesinpada nilai 10-15cSt.

Apabila terjadi kerusakan generator, supply kelistrikan akan dipenuhi dari operasional emergency generator (secara otomatis auto-start saat terjadi gangguan supply kelistrikan dari main power). 
Emergency generator memiliki kapasitas yang kecil apabila dibandingkan dengan main generator. Kapasitasnya yang kecil hanya dimanfaatkan sebagai emergency power supply. Beberapa beban kelistrikan yang disupply oleh emergency generator diantaranya adalah,
  1. Lampu penerangan darurat (emergency lamp) pada beberapa titik (saja).
  2. Lampu navigasi dan alat komunikasi radio.
  3. Mesin pompa kemudi.
  4. Main air compressor.
  5. Dewi-dewi sekoci (boat davit)
  6. Bilge pump.

Pada umumnya, beberapa tambahan auxiliary machineries yang disupply oleh emergency generator tidak sama pada masing-masing kapal.

Lampu indoor sebagai emergency lamp. (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis)


Emergency lamp terpasang pada beberapa titik diatas kapal dimaksudkan untuk memudahkan identifikasi evacuation route. Secara sederhana, lampu penerangan darurat dapat diidentifikasi dengan terpasangnya stiker warna merah pada cover lampu (lampu indoor) dan cat warna merah pada cover / fitting lampu (lampu outdoor). Tegangan kerja lampu darurat bervariasi dengan pilihan 110VAC / 220VAC yang langsung disupply dari emergency switch board dan 24VDC yang disupply dari emergency battrey.

Lampu navigasi dan perangkat komunikasi radio, selain disupply dari emergency switch board juga di back-up dari emergency battrey. Kondisi ini dimaksudkan apabila kapal dalam kondisi dead ship, masih ada power supply untuk berkomunikasi dengan eksternal kapal.

Pompa mesin kemudi mendapatkan supply dari emergency power supply dimaksudkan untuk membantu bermanouver (walaupun tidak dapat bergerak sendiri). Misal, pada saat kapal di-towing. Pada beberapa jenis kapal dengan emergency steering berpenggerak manual, maka emergency power supply tidak didesain untuk mensupply mesin kemudi.

Main air compressor mendapatkan supply dari emergency generator dimaksudkan supaya dapat men-start main generator. Sedangkan untuk start emergency generator dapat menggunakan emergency compressor atau dengan menggunakan motor starter yang menggunakan battrey. Penataan ini sifatnya kondisional sesuai dengan maker yang mendesain bentuk kapal.

Seperti halnya bilge pump & boat davit sifatnya juga kondisional (tidak sama untuk semua kapal), menyesuaikan jenis, bentuk dan peruntukan kapal.

Sebagai salah satu syarat administrasi bekerja diatas kapal, maka pelaut diwajibkan untuk melakukan medical check-up yang setidaknya dilaksanakan rutin setiap dua tahun sekali. Bukti bahwa pelaut telah melaksanakan MCU dan dinyatakan sehat adalah dengan diterbitkannya sertifikat MCU dari badan kesehatan kerja pelaut (BKKP) perhubungan.

Pelaut yang selalu dituntut sehat dalam bekerja. (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis)



Sertifikat kesehatan yang dimiliki oleh pelaut dapat diperiksa secara online. 
Cara check sertifikat kesehatan pelaut,
  1. Klik situs check sertifikat kesehatan pelaut.
  2. Masukkan seafarer code yang terdiri dari sepuluh digit angka pertama yang tercantum dalam sertifikat keahlian pelaut.
  3. Tekan tombol "saya bukan robot".
  4. Lakukan verifikasi.
  5. Klik "CHECK SERTIFIKAT"

Diatas kapal, sering digunakan kontaktor dan relay dalam rangkaian sistem komtrol dan instalasi kelistrikan. Pada dasarnya kontaktor dan relay memiliki fungsi yang sama yaitu memutus dan menyambungkan aliran listrik pada sebuah rangkaian atau instalasi kelistrikan.

Kontaktor dan relay. (Photo by: Dokumentasi pribadi penulis)



Kesamaan fungsi pada kedua komponen tersebut diatas, bukan berarti kedua komponen tersebut dapat digunakan pada rangkaian dan instalasi yang sama. Antara kontaktor dan relay memiliki "karakter" masing-masing saat digunakan pada instalasi kelistrikan. Artinya, walaupun memiliki kesamaan fungsi, kontaktor dan relay memiliki perbedaan penggunaan.

Terkait perbedaan tersebut, harus dipahami supaya dalam penggunaannya operator dapat memilih atau menentukan akan menggunakan kontaktor ataukah relay pada rangkaian kelistrikannya.

Perbedaan mendasar antara kontaktor dan relay adalah sebagai berikut.

Kontaktor
  • Secara fisik memiliki dimensi yang lebih besar dan dapat digunakan untuk mengalihkan beban arus  hingga 12.500 Ampere.
  • Terdiri dari tiga terminal untuk line kelistrikan tiga phase, dengan kondisi normally open (NO).
  • Digunakan pada rangkaian starter motor, lampu-lampu dan beban kelistrikan lainnya yang memiliki beban arus tinggi.



Relay
  • Secara fisik memiliki dimensi yang lebih kecil dan  dapat digunakan untuk mengalihkan beban arus maksimal 20 Ampere.
  • Memiliki jumlah terminal yang bervariasi dengan kondisi normally open (NO) & normally close (NC) pada satu unit relay.
  • Digunakan pada rangkaian sistem kontrol, switching, sistem proteksi dan/atau otomatisasi rangkaian elektronik kecil.


Dalam kosakata bahasa inggris, sewajarnya kita memahami tiga jenis kata ganti yaitu,
  • "He" kata ganti untuk menyebutkan dia laki-laki.
  • "She" kata ganti untuk menyebutkan dia perempuan.
  • "It" kata ganti untuk menyebutkan dia adalah benda mati.
Penggunaan ketiga kata ganti tersebut menjadi sangat umum digunakan dalam percakapan maupun penulisan kosakata bahasa Inggris.


Salah satu kapal laut jenis roro-passangers. (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis).




Dalam dunia maritim, ada hal menarik tentang pengecualian penggunaan kata ganti tersebut diatas.

Kata ganti untuk kapal adalah "she". Apabila menggunakan kaidah umumnya kata ganti diatas. Seharusnya kata ganti kapal adalah "it" (menyatakan dia adalah benda mati). Tetapi telah disepakati secara internasional, pengecualian terhadap kata ganti kapal dalam bahasa Inggris adalah "she".

Pengecualian ini tentunya menjadi sangat menarik untuk diuraikan darimana asal-usul dan alasan pemakaiannya.

Tentunya akan timbul pertanyaan,
Mengapa kata ganti kapal laut tidak memakai "he" yang menyebutkan kata ganti dia laki-laki?, yang mana hampir semua awak kapal juga laki-laki, dan juga sebagai lambang ketangguhan dilaut?


Mengapa (juga) kata ganti kapal laut tidak memakai "it" yang mutlak menyebutkan bahwa kapal adalah benda mati yang tidak memiliki gender?



Pertanyaan - pertanyaan tersebut diatas tentunya menjadi sangat wajar bagi masyarakat pada umumnya. Namun, dibalik penggunaan kata ganti "she" tersebut ternyata ada pendapat yang menguatkan dengan berbagai opini berikut ini,

  • Kapal diibaratkan sebagai ibu, yang akan melindungi seluruh "anak-nya" penghuni kapal dari ombak, badai dan ancaman cuaca buruk lainnya.
  • Kapal dianalogikan sebagai wanita, yang selalu dikelilingi para lelaki sebagai awak kapalnya (walaupun sekarang sudah ada sebagian kecil awak kapal perempuan).
  • Kapal yang masuk alur pelabuhan selalu dituntun dengan rambu "buoys" (dibaca : boys).
  • Kapal dianalogikan sebagai wanita yang memerlukan perawatan yang sangat mahal untuk dapat tampil menarik. Perawatan mahal untuk kapal yang dimaksud adalah perawatan docking kapal. Tingginya biaya docking untuk membuat kapal terlihat bersih, indah dan "cantik".
  • (Pada waktu lampau), kapal selalu dikemudikan oleh seorang laki-laki agar haluannya tetap terkontrol pada alur pelayaran. Demikian juga wanita yang dikodratkan sebagai ibu rumah tangga yang akan selalu menurut kepada suaminya sebagai kepala keluarga.
  • Kapal adalah "rumah" dan "istri" kedua bagi para pelaut.

Setidaknya alasan-alasan tersebut diatas yang mendasari penyebutan kata ganti kapal dalam bahasa inggris menjadi "she". Terlepas pastinya ada beberapa opini lain terkait dengan asal-usul penggunaan kata ganti tersebut adalah menjadi tambahan pengetahuan yang pastinya tidak secara resmi dipatenkan.

Karakteristik bahan bakar yang didalamnya terdapat berbagai jenis kandungan kimiawi serta partikel berbentuk padat dan cair tidak sepenuhnya langsung dikonsumsi oleh mesin. Pada jenis bahan bakar tertentu diperlukan penanganan dini sebelum dinyatakan layak "dikonsumsi" oleh mesin. 

Penataan filter bahan bakar sebagai salah satu peralatan diatas kapal untuk membantu proses filtrasi. (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis)

Purifier yang terpasang diatas kapal. (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis)



Penanganan dini berbentuk pre-treatment bahan bakar diperlukan untuk menjamin kebersihan, penyesuaian temperatur, kekentalan bahan bakar yang akan dikabutkan dalam combustion chamber. Diatas kapal, salah satu bentuk pre-treatment bahan bakar adalah dengan fungsional purifier.

Terkait dengan fungsional purifier bahan bakar diatas kapal, ada beberapa jenis kandungan bahan bakar yang dapat dipisahkan. Artinya tidak semua jenis kandungan bahan bakar dapat dipisahkan dalam proses purifikasi.

Daftar kandungan bahan bakar yang dapat dipisahkan, sedikit berpengaruh, dan tidak berpengaruh dalam proses purifikasi adalah sebagai berikut.

Berpengaruh besar dan dapat dipisahkan

  •  Air
  • Sodium
  • Aluminium
  • Silicon
  • Iron
  • Magnesium

Sedikit berpengaruh 

  • Total sedimen
  • Ash
  • Calcium

Tidak berpengaruh

  • Density
  • Viscosity
  • CCAI (calculated carbon aromaticity index)
  • Flash point
  • Pour point
  • Micro carbon
  • Residue
  • Sulphur
  • Vanadium
  • Nickel
  • Asphaltenes


 

Kandungan zat aditif minyak lumas menjadi komponen kimiawi yang sangat penting untuk menjamin kelancaran operasional mesin pada umumnya untuk jangka panjang. Pemilihan jenis minyak lumas mesin tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik mesin. Karakter yang dimaksud diantaranya adalah engine power, engine load, engine speed.


Lube oil purifier sebagai perangkat untuk melakukan treatment minyak lumas diatas kapal. (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis)



Dua kandungan zat aditif dalam minyak lumas yang sering menjadi pembahasan adalah Total Base Number (TBN) dan Total Acid Number (TAN) yang akan dibahas dalam artikel ini.

Total Acid Number adalah kandungan zat asam yang ada dalam minyak lumas. Kandungan TAN dalam minyak lumas memiliki kecenderungan meningkat. Naiknya nilai TAN disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini,
  • Perubahan struktur rantai hidrokarbon pelumas membentuk senyawa asam akibat kontaminan, panas atau reaksi oksidasi.
  • Adanya kontaminasi air yang merusak pelumas.
  • Kontaminasi dengan jenis pelumas lain dengan nilai TAN tinggi.

Nilai TAN yang tinggi tidak dikehendaki karena memiliki dampak negatif yaitu,
  • Korosi pada metal
  • Fungsi pelumasan tidak dapat dilakukan karena tingginya nilai TAN menandakan tingginya kerusakan pelumas.

Selain TAN ada komponen zat aditif penting lainnya yang terkandung dalam minyak lumas. Jenis komponen tersebut diantaranya adalah,

Insolubles adalah material tidak larut yang terkandung dalam minyak lumas. Insolubles yang tinggi menandakan tingginya kandungan lumpur (yang tidak larut) dalam minyak lumas. Tingginya kandungan insolubles disebabkan oleh,

    •  Overheating. Panas yang berlebih pada mesin harus dicari sebab dan solusinya. Salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan oil cooler.
    • Rendahnya kandungan TBN yang harus diperbaiki dengan melakukan penambahan minyak lumas (top-up) untuk menaikkan kandungan TBN minyak lumas.
    • Terjadinya blow by karena keausan komponen dalam ruang bakar mesin.

Viskositas adalah nilai kekentalan zat cair. Viskositas yang tepat harus terjaga pada minyak lumas untuk menjamin fungsi pelumasan yang baik. 

Nilai kekentalan minyak lumas yang tinggi akan menyebabkan pelumas susah mengalir pada bagian mesin yang sensitif termasuk celah terdalam yang berbentuk kapiler sehingga resiko keausan komponen mesin akan meningkat. Selain itu, operasional pompa dan filter minyak lumas akan menjadi semakin berat / panas. Naiknya nilai kekentalan minyak lumas disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah,

  • Kandungan insolubles dalam minyak lumas yang tinggi.
  • Perubahan struktur rantai hidrokarbon pelumas akibat overheat
  • Adanya kontaminasi air dalam minyak lumas.


Sebaliknya, nilai viskositas yang rendah akan menyebabkan berkurangnya oil film hingga permukaan yang bergesekan akan mengalami peningkatan panas dan meningkatkan keausan komponen. Turunnya viskositas disebabkan oleh,

  •  Adanya material yang bersifat melarutkan. Seperti kandungan BBM.
  • Adanya kontaminasi dengan air atau material yang lebih encer

    • Pada pelumas multi grade, dapat disebabkan oleh rusaknya struktur polimer pelumas akibat gesekan. 

Dalam menganalisa hasil pemeriksaan lab minyak lumas, tidak jarang akan ditemukan unsur metal wear. Metal wear adalah kandungan metal yang disebabkan oleh keausan pada umumnya terdapat kandungan iron (Fe), copper (Cu), chromium (Cr), lead (Pb), aluminium (Al), tin (Sn). Tingginya kandungan metal wear menandakan tingginya keausan pada komponen mesin. Hal yang perlu diwaspadai adalah apabila terdapat partikel yang besar maka akan sangat memungkinkan menjadi pemicu kerusakan permukaan metal.
Hal yang harus dibedakan adalah, antara metal wear dengan metal content. Metal content adalah zat aditif yang diperlukan dalam minyak lumas, umumnya jenis Ca, Mg, Zn dan P.

Refrigerant menjadi media terpenting dalam sistem mesin pendingin dan penyejuk ruangan. Hal sederhana yang perlu dipahami adalah, ada beberapa jenis tabung refrigerant yang bisa di-refill setelah kosong (mungkin untuk keperluan isi ulang atau keperluan recovery).

Identifikasi sederhana dapat dilakukan dengan memperhatikan tanda pada permukaan valve tabung refrigerant.

Tanda refillable ditunjukkan dengan arah panah berbalik atau identitas tanda yang lainnya. Apabila diatas valve tidak terdapat tanda apapun, hal ini menginformasikan kepada pengguna bahwa tabung refrigerant tersebut jenis non-refillable.

Jenis tabung refrigerant tanpa tanda yang berarti non-refillable

Contoh kemasan non-refillable refrigerant.  (Foto by: Dokumentasi pribadi penulis)