Megger tester adalah alat untuk mengukur tahanan isolasi (insulation resistance) pada kabel, motor listrik, generator, trafo, dan instalasi listrik. Nilai yang diukur biasanya dalam satuan Mega Ohm (MΩ).
Cara kerja megger tester:
- Megger menghasilkan tegangan DC tinggi.
- Tegangan ini diberikan ke isolasi peralatan listrik.
- Alat mengukur seberapa besar arus bocor yang melewati isolasi.
- Dari arus bocor tersebut dihitung nilai tahanan isolasi.
Semakin baik isolasi, arus bocor semakin kecil dan hasil data ukur nilai Mega Ohm semakin besar. Sebaliknya jika isolasi lembab, retak, kotor, atau rusak arus bocor membesar dan ilai Mega Ohm turun.
Megger tester menggunakan tegangan DC tertentu tergantung objek yang diuji. Berikut tegangan yang umum dipakai:
- pengukuran isolasi lebih stabil
- tidak dipengaruhi reaktansi induktif/kapasitif.
- lebih mudah mendeteksi kebocoran isolasi sebenarnya.
| Objek yang diuji | Tegangan Megger |
|---|---|
| Instalasi rumah 220V | 250V atau 500V DC |
| Motor listrik 440V | 500V DC |
| Panel dan kabel 440V | 500V DC |
| Motor/generator 3.3kV | 1000V DC |
| Sistem 6.6kV | 2500V–5000V DC |
| Trafo tegangan tinggi | 5kV–10kV DC |
Jika tegangan Megger terlalu kecil,Contoh: Motor 440V dites pakai Megger 100VEfeknya, Kebocoran isolasi tidak terdeteksi. Isolasi yang mulai rusak kadang baru “tembus” saat diberi tegangan tinggi. Kalau test voltage terlalu rendah, hasil terlihat bagus padahal saat operasi normal bisa terjadi leakage atau short.Ibaratnya: retakan kecil belum “terbuka”. Nilai Mega Ohm terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Karena tegangan rendah menghasilkan arus bocor kecil. Akibatnya, false good result peralatan dianggap aman padahal sebenarnya lemah
Jika tegangan Megger terlalu besarContoh: Kabel kontrol 24V dites pakai 5kV MeggerEfeknya lebih berbahaya dan isolasi bisa rusak.Tegangan DC tinggi dapat, menembus isolasi tipis, mempercepat breakdown, menyebabkan tracking karbon, merusak varnish winding.
- Peralatan harus OFF dan tidak bertegangan.
- Kapasitor harus dibuang muatannya.
- Jangan menyentuh terminal saat testing.
- Setelah test, lakukan discharge karena masih ada tegangan sisa.
- Jangan gunakan megger pada perangkat elektronik sensitif seperti PLC tanpa prosedur khusus.


























