Pada mesin diesel kapal berukuran besar (slow speed two-stroke marine diesel engine), perubahan arah putaran mesin merupakan hal yang umum dilakukan ketika kapal melakukan manuver, seperti saat sandar, lepas sandar, atau keadaan darurat. Agar mesin tetap bekerja dengan waktu penyemprotan bahan bakar (fuel injection timing) yang tepat ketika arah putaran berubah, diperlukan suatu mekanisme yang disebut Lost motion.
Lost motion merupakan salah satu mekanisme penting pada sistem bahan bakar mesin diesel dua langkah yang menggunakan camshaft. Tanpa sistem ini, mesin tidak akan mampu menghasilkan pembakaran yang benar ketika beroperasi dalam arah putaran berlawanan.
Lost motion adalah sudut perpindahan (angular displacement) cam bahan bakar terhadap poros engkol (crankshaft) yang dilakukan ketika mesin dibalik arah putarannya (ahead menjadi astern atau sebaliknya).
Perubahan posisi cam ini bertujuan untuk mengembalikan waktu injeksi bahan bakar agar tetap terjadi pada posisi piston yang benar, meskipun arah putaran mesin telah berubah.
Dengan kata lain, lost motion adalah proses menggeser posisi camshaft terhadap crankshaft tanpa mengubah posisi crankshaft itu sendiri.
Mengapa Lost Motion Diperlukan?
Pada mesin dua langkah, fuel pump digerakkan langsung oleh camshaft.
Saat mesin berputar normal (Ahead):
- Cam berputar searah tertentu.
- Roller follower naik mengikuti profil cam.
- Plunger fuel pump menekan bahan bakar.
- Injeksi terjadi beberapa derajat sebelum Top Dead Centre (TDC).
Semua proses tersebut telah disesuaikan dengan arah putaran mesin.
Namun ketika mesin dibalik arah putarannya:
- Crankshaft berputar berlawanan arah.
- Camshaft ikut berputar berlawanan.
- Profil cam kini mengenai roller follower dari sisi yang berbeda.
Akibatnya, waktu injeksi berubah total.
Bahkan bisa terjadi bahwa ketika piston hampir mencapai TDC, plunger justru sedang melakukan langkah hisap (suction stroke), sehingga tidak terjadi injeksi sama sekali.
Oleh karena itu posisi cam harus dipindahkan. Inilah fungsi utama lost motion.
Cara Kerja Lost Motion
1. Mesin Berputar Ahead (Normal)
Pada kondisi normal:
- Crankshaft berputar searah jarum jam (contoh).
- Camshaft juga berputar searah.
- Roller follower mulai naik pada sisi naik cam (cam rise).
- Plunger fuel pump mulai menekan bahan bakar.
- Injeksi dimulai sebelum piston mencapai TDC.
Posisi ini disebut timing injeksi normal.
2. Setelah Melewati TDC
Ketika piston baru melewati TDC:
- Roller follower berada hampir di puncak cam.
- Plunger telah selesai menekan bahan bakar.
- Injeksi selesai.
- Mesin menghasilkan tenaga.
Semua berlangsung sesuai urutan kerja mesin.
3. Mesin Dibalik Menjadi Astern
Ketika operator memberikan perintah:
Astern
Maka:
- Mesin dihentikan.
- Crankshaft akan berputar berlawanan arah.
- Camshaft juga ikut berputar berlawanan.
Masalah muncul karena:
Cam kini menyentuh roller follower dari sisi yang salah.
Akibatnya:
- Roller follower justru turun.
- Plunger bergerak ke bawah.
- Fuel pump melakukan suction stroke.
Padahal piston sudah mendekati TDC.
Artinya:
Tidak ada injeksi.
Mesin tidak mungkin hidup.
4. Lost Motion Bekerja
Agar timing kembali benar, sistem hydraulic servomotor memutar seluruh cam terhadap camshaft.
Cam dipindahkan beberapa derajat.
Sudut perpindahan inilah yang dinamakan:
Lost Motion Angle
Sesudah cam berpindah:
- Roller kembali naik pada waktu yang tepat.
- Fuel pump kembali melakukan delivery stroke.
- Injeksi kembali terjadi sebelum TDC.
- Mesin dapat hidup dalam arah astern.
Lost motion tidak mengubah bentuk cam.
Yang berubah hanyalah:
- posisi sudut cam,
- terhadap crankshaft.
Misalnya:
Semula injeksi dimulai pada:
15° BTDC
Setelah mesin dibalik:
cam diputar beberapa derajat sehingga kembali menghasilkan injeksi sekitar:
15° BTDC
walaupun arah putaran mesin berubah.
Komponen yang terlibat
Beberapa komponen utama dalam sistem lost motion antara lain:
- Camshaft
- Fuel pump cam
- Cam follower (roller)
- Fuel pump plunger
- Hydraulic servomotor
- Reversing mechanism
- Engine control system
Semua komponen bekerja secara sinkron agar perubahan arah putaran berlangsung cepat dan aman.
Keuntungan sistem lost motion
Beberapa manfaat penggunaan lost motion antara lain:
- Menjaga timing injeksi tetap akurat.
- Memungkinkan mesin beroperasi maju maupun mundur.
- Menjamin pembakaran tetap sempurna.
- Mempermudah proses manuver kapal.
- Mengurangi risiko gagal start saat reversing.
- Meningkatkan keandalan sistem bahan bakar.
- Mengurangi getaran akibat timing yang salah.
Gangguan pada sistem Lost Motion dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:
- Mesin sulit start saat astern.
- Injeksi bahan bakar terlambat atau terlalu awal.
- Pembakaran tidak sempurna.
- Asap hitam meningkat.
- Tenaga mesin berkurang.
- Konsumsi bahan bakar meningkat.
- Mesin gagal melakukan reversing.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu kemampuan kapal saat bermanuver, terutama ketika memasuki pelabuhan.
Pemeriksaan dan Perawatan
Untuk menjaga kinerja sistem lost motion, beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan antara lain:
- Memeriksa kondisi hydraulic servomotor.
- Memastikan pergerakan cam bebas dari hambatan.
- Memeriksa keausan roller follower.
- Memeriksa keausan profil cam.
- Memastikan mekanisme reversing bekerja normal.
- Memeriksa kebocoran sistem hidrolik.
- Melakukan pengujian timing injeksi sesuai manual pabrikan.
Perawatan yang baik akan memastikan perubahan arah putaran mesin berlangsung cepat, aman, dan sesuai desain.

































