Just another free Blogger theme

Tampilkan postingan dengan label E/R Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E/R Management. Tampilkan semua postingan

New release: MANAJEMEN BAHAN BAKAR KAPAL.

Tersedia di marketplace Nasional.

SHOPEE, KLIK DISINI.

TOKOPEDIA, KLIK DISINI.

LAZADA, KLIK DISINI.

TIKTOK, KLIK DISINI.



MANAJEMEN BAHAN BAKAR KAPAL: Optimalisasi Engine Performance dan Efisiensi Biaya Operasional Perusahaan Pelayaran merupakan buku kelima penulis yang membahas pengelolaan bahan bakar kapal secara menyeluruh dari perspektif teknis dan ekonomis. Bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar dalam industri pelayaran, sekaligus faktor utama yang menentukan keandalan mesin, efisiensi operasi, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Pada aspek teknis, pembahasan difokuskan pada hubungan kualitas bahan bakar dengan engine performance, proses pembakaran, evaluasi performa mesin, efisiensi termal, efisiensi mekanis, efisiensi volumetrik, konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption), hingga analisis pengaruh kecepatan kapal, displacement, dan berbagai kondisi operasi terhadap pemakaian bahan bakar.

Dari sisi ekonomis, buku ini menjelaskan pengaruh biaya bahan bakar terhadap kinerja perusahaan pelayaran, strategi pengendalian biaya, manajemen risiko harga bahan bakar, serta berbagai upaya optimalisasi konsumsi bahan bakar melalui pengoperasian kapal yang efisien, pemeliharaan mesin dan lambung kapal, perencanaan pelayaran, pemanfaatan teknologi efisiensi energi, serta penerapan sistem manajemen energi.

Sebagai pelengkap, buku ini juga membahas perkembangan teknologi mesin dual-fuel, pengendalian emisi gas buang, serta tantangan penggunaan bahan bakar alternatif dalam mendukung pelayaran yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Disusun secara sistematis, dilengkapi ilustrasi, diagram, contoh perhitungan, dan studi penerapan di lapangan, buku ini diharapkan menjadi referensi yang bermanfaat bagi taruna dan mahasiswa kemaritiman, dosen, perwira siswa sekolah pelayaran, serta siapa pun yang ingin memperdalam pemahaman mengenai manajemen bahan bakar kapal sebagai kunci peningkatan engine performance dan efisiensi biaya operasional perusahaan pelayaran.

Sistem kemudi merupakan salah satu peralatan vital di atas kapal. Kehilangan kemampuan mengendalikan arah kapal dapat menyebabkan tabrakan, kandas, maupun kecelakaan serius lainnya. Oleh karena itu, setiap kapal diwajibkan memiliki sistem kemudi darurat, yaitu sistem kemudi yang tetap mampu mengoperasikan kemudi apabila sistem utama mengalami kegagalan.

Instalasi pipa sistem kemudi. (Gambar: Engine simulator).


Gambar di atas menunjukkan skema sederhana Emergency Rudder Plant dengan dua unit pompa hidrolik dan dua kelompok silinder (cylinder group) yang dirancang untuk meningkatkan keandalan sistem kemudi.


Fungsi Komponen Utama

1. Oil Tank

Tangki oli berfungsi sebagai tempat penyimpanan oli hidrolik yang akan disirkulasikan ke seluruh sistem. Oli hidrolik berperan sebagai media penghantar tenaga dari pompa menuju silinder kemudi.

2. Hydraulic Pump 1 dan Hydraulic Pump 2

Dua pompa hidrolik dipasang secara independen sebagai bentuk redundansi. Dalam kondisi normal, salah satu pompa bekerja sedangkan pompa lainnya berada dalam kondisi siaga (stand-by). Apabila pompa utama gagal, pompa cadangan dapat segera dioperasikan sehingga sistem kemudi tetap berfungsi.

3. Cylinder Group 1 dan Cylinder Group 2

Kedua kelompok silinder hidrolik mengubah tekanan oli menjadi gerakan mekanis yang memutar rudder stock (poros kemudi). Penggunaan dua kelompok silinder membuat gaya kemudi lebih besar sekaligus meningkatkan keandalan sistem.

4. Rudder Shaft

Rudder shaft atau rudder stock merupakan poros yang menghubungkan aktuator hidrolik dengan daun kemudi (rudder). Putaran poros inilah yang menyebabkan kapal dapat berbelok ke kanan maupun ke kiri.

5. Automatic Valve

Katup otomatis mengatur jalur aliran oli hidrolik menuju silinder yang diperlukan. Pada kondisi darurat, katup ini membantu mengisolasi bagian sistem yang mengalami gangguan sehingga bagian lain masih dapat beroperasi.

6. Isolation Valve

Katup-katup bernomor 1 sampai 9 merupakan katup isolasi yang digunakan saat perawatan maupun ketika terjadi kerusakan pada salah satu bagian sistem. Dengan menutup katup tertentu, kebocoran dapat diisolasi sehingga sistem masih dapat dioperasikan menggunakan komponen yang masih baik.



Prinsip Kerja

Pompa hidrolik menghisap oli dari tangki kemudian menyalurkannya ke salah satu sisi silinder. Tekanan oli mendorong piston sehingga menghasilkan gerakan linier. Gerakan ini diteruskan ke rudder shaft sehingga daun kemudi berputar sesuai arah yang diinginkan.

Ketika arah kemudi dibalik, aliran oli juga dibalik sehingga piston bergerak ke arah sebaliknya dan rudder berputar ke sisi yang berlawanan.

Apabila salah satu pompa atau salah satu kelompok silinder mengalami kerusakan, operator dapat mengisolasi bagian tersebut melalui katup-katup yang tersedia dan mengoperasikan sistem menggunakan pompa maupun silinder yang masih berfungsi. Inilah prinsip utama dari Emergency Rudder Plant, yaitu mempertahankan kemampuan olah gerak kapal meskipun terjadi kegagalan pada sebagian sistem.


Keunggulan Sistem

  • Memiliki dua pompa hidrolik sebagai cadangan.
  • Dua kelompok silinder meningkatkan keandalan sistem.
  • Katup isolasi memungkinkan kerusakan dilokalisasi tanpa menghentikan seluruh sistem.
  • Tetap mampu mengendalikan kapal dalam kondisi darurat.
  • Memenuhi persyaratan keselamatan internasional mengenai sistem kemudi kapal.


Emergency Rudder Plant merupakan sistem pengaman yang sangat penting dalam instalasi kemudi kapal. Dengan konfigurasi pompa ganda, silinder ganda, dan katup isolasi, sistem ini memastikan kapal tetap dapat dikendalikan meskipun terjadi kegagalan pada salah satu komponen. Keandalan sistem kemudi darurat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pelayaran, melindungi awak kapal, muatan, serta lingkungan laut dari risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali arah kapal.

Dalam operasional kapal modern, pengelolaan limbah cair merupakan salah satu aspek penting untuk menjaga kelestarian lingkungan laut dan memenuhi ketentuan internasional. Salah satu dokumen yang digunakan untuk mencatat pengelolaan limbah tersebut adalah Sewage & Graywater Discharge Record Book.

Sewage & graywater record book. (Gambar: Dokumentasi penulis)

Buku catatan ini berfungsi sebagai rekaman resmi seluruh aktivitas pembuangan (discharge), pemindahan (transfer), pengolahan (treatment), maupun penampungan limbah sewage dan graywater yang dihasilkan selama kapal beroperasi.

Sewage adalah limbah cair yang berasal dari fasilitas sanitasi kapal, seperti:

  • Toilet (water closet)
  • Urinoir
  • Ruang medis atau rumah sakit kapal
  • Saluran pembuangan yang terhubung dengan toilet

Limbah ini mengandung bahan organik, bakteri, virus, dan zat pencemar lainnya sehingga memerlukan pengolahan khusus sebelum dibuang ke laut.

Graywater adalah limbah cair yang berasal dari aktivitas domestik selain toilet, seperti:

  • Air bekas mandi
  • Air wastafel
  • Air cucian pakaian
  • Air cucian dapur (galley)
  • Air bekas pencucian akomodasi

Graywater umumnya memiliki tingkat pencemaran lebih rendah dibanding sewage, namun tetap dapat mengandung deterjen, minyak, lemak, dan bahan kimia lainnya.

Tujuan penggunaan Sewage & Graywater Discharge Record Book digunakan untuk:

  • Membuktikan kepatuhan kapal terhadap regulasi lingkungan.
  • Mendokumentasikan seluruh aktivitas pembuangan limbah cair.
  • Menjadi bukti saat pemeriksaan oleh Port State Control (PSC).
  • Memudahkan pelacakan apabila terjadi dugaan pencemaran laut.
  • Mendukung sistem manajemen lingkungan perusahaan pelayaran.

Sewage & Graywater Discharge Record Book disusun mengacu pada:

  • MARPOL Annex IV – Prevention of Pollution by Sewage from Ships.
  • Ketentuan tambahan dari negara pelabuhan (Port State).
  • Persyaratan perusahaan dan klasifikasi kapal.
  • Resolusi IMO yang berkaitan dengan pengelolaan limbah kapal.

Setiap kegiatan terkait sewage dan graywater biasanya dicatat dengan informasi berikut:

  • Tanggal: Waktu kegiatan dilakukan.
  • Posisi kapal: Latitude dan Longitude.
  • Jenis limbah: Sewage atau Graywater. Ini
  • Jumlah limbah: Volume yang dibuang atau dipindahkan.
  • Metode pengolahan: Melalui STP atau langsung ke holding tank.
  • Tujuan pembuangan: Laut atau fasilitas penerima di darat.
  • Nama petugas: Perwira yang bertanggung jawab.
  • Tanda tangan: Verifikasi pencatatan.

Kesalahan pencatatan dapat mengakibatkan:

  • Temuan saat inspeksi PSC.
  • Denda dari otoritas pelabuhan.
  • Penahanan kapal (detention).
  • Kerugian reputasi perusahaan.
  • Dugaan pelanggaran MARPOL.

Oleh karena itu setiap entri harus dibuat secara akurat, lengkap, dan segera setelah kegiatan dilakukan.

Beberapa peralatan yang berkaitan dengan pencatatan ini antara lain:

  1. Sewage Treatment Plant (STP). Peralatan untuk mengolah sewage sehingga memenuhi standar sebelum dibuang ke laut.
  2. Holding Tank. Tangki penampung sementara limbah sebelum diolah atau dibuang ke fasilitas penerima di pelabuhan.
  3. Discharge Pump. Pompa yang digunakan untuk memindahkan atau membuang limbah dari tangki.
  4. Overboard Valve. Katup pembuangan ke laut yang penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan MARPOL.


Tidak semua kapal diwajibkan memiliki Sewage & Graywater Discharge Record Book. Kewajiban ini biasanya bergantung pada regulasi negara bendera (Flag State), perusahaan, dan jenis operasi kapal.

Secara umum, kapal yang biasanya memiliki buku ini adalah:

1. Kapal Penumpang (Passenger Ships)

  • Kapal ferry.
  • Kapal pesiar (cruise ship).
  • Ro-Pax vessel.
  • Kapal penumpang menghasilkan sewage dan graywater dalam jumlah besar sehingga pencatatannya lebih ketat.
2. Kapal Berukuran Besar yang Memiliki Sewage Treatment System

  • Dilengkapi Sewage Treatment Plant (STP).
  • Memiliki holding tank sewage.
  • Memiliki sistem discharge ke laut.

3. Kapal yang Beroperasi di Wilayah dengan Persyaratan Lingkungan Khusus. Misalnya:

  • Alaska.
  • Great Lakes (Amerika Utara).
  • Beberapa kawasan Eropa.
  • Area sensitif lingkungan tertentu.


NEW RELEASE dan tersedia di beberapa marketplace nasional.

SHOPEE. KLIK DISINI.

TOKOPEDIA. KLIK DIISINI.

LAZADA. KLIK DISINI.

TIKTOK SHOP. KLIK DISINI.

GUEPEDIA, KLIK DISINI.


Buku “Teori, Operasional, dan Perawatan Permesinan Bantu Kapal” menghadirkan panduan teknis yang praktis dan terpercaya bagi siapa pun yang ingin menguasai sistem penunjang vital di atas kapal. Dirancang dengan pendekatan aplikatif dan berbasis standar industri maritim, buku ini menguraikan secara rinci prinsip kerja, desain, karakteristik operasional, serta strategi perawatan berbagai permesinan bantu yang menentukan keandalan dan efisiensi operasi kapal modern.


Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan teknis mendalam mengenai sistem kelistrikan kapal, generator, pompa dan hidraulik, kompresor starting air, sistem pendingin, sistem pelumasan, boiler dan economizer, oil purifier & separator, hingga auxiliary engine dan peralatan penunjang kritis lainnya. Setiap bab disusun untuk menjawab kebutuhan praktis di ruang mesin, termasuk analisis fault-finding, parameter operasi yang harus dimonitor, serta langkah-langkah preventif untuk mencegah downtime dan kegagalan peralatan.

Disertai diagram teknis, contoh operasional, serta skenario troubleshooting nyata di kapal, buku ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana merancang, mengoperasikan, dan merawat permesinan bantu secara aman, efisien, dan sesuai regulasi internasional.

Sebagai referensi wajib bagi taruna pelayaran, marine engineer, teknisi perkapalan, surveyor, hingga praktisi industri maritim, buku ini bukan hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga membekali pembaca dengan kompetensi profesional yang krusial untuk menghadapi tantangan operasional kapal masa kini. 

NEW Release dan tersedia di beberapa market place berikut ini,

SHOPEE

TIK TOK

LAZADA

TOKOPEDIA

GUEPEDIA



Buku ini membahas sisi teknis secara praktis tentang operasional dan perawatan mesin diesel kapal. Susunan yang runtut dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan diatas kapal. Dimulai dari sistem dasar penunjang engine running, pemantauan saat mesin beroperasi dan pemantauan engine performance.

Aplikasi advance technology untuk memahami tentang penanganan emisi gas buang menggunakan perangkat scrubber dan SCR (Selective Catalytic Reduction).  Dilengkapi pula dengan teori dual fuel engine untuk mesin diesel kapal.

Terakhir, contoh penjabaran trouble shooting disampaikan dalam bentuk grafik sehingga menjadi sangat mudah untuk dipahami dalam menemukan dan memperbaiki kerusakan mesin. Ringkas berkelas, buku ini disusun untuk dapat mendukung praktek keselamatan dan efisiensi dalam pengoperasian kapal pada umumnya. 

NEW Release dan tersedia di beberapa market place berikut ini,





Buku "Prinsip dan Aplikasi Kelistrikan Kapal" hadir sebagai panduan komprehensif untuk memahami prinsip dasar serta aplikasi sistem kelistrikan diatas kapal. Buku ini dirancang untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang sistem kelistrikan kapal, mulai dari teori dasar kelistrikan hingga penerapan praktis diatas kapal. Selain itu contoh troubleshooting kelistrikan juga ditambahkan sebagai panduan untuk memudahkan analisa kerusakan.

Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami berbagai komponen penting dalam sistem kelistrikan kapal, seperti generator, distribusi daya, serta komponen kelistrikan lainnya. Buku ini sangat cocok bagi taruna / perwira siswa sekolah pelayaran, praktisi perkapalan, maupun siapa saja yang tertarik dengan penerapan teknologi kelistrikan dalam industri maritim. Dengan membaca buku ini, pembaca tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga wawasan praktis yang sangat berguna dalam menghadapi tantangan teknis kelistrikan kapal.

Engine Room Management membahas semua aspek pengelolaan kamar mesin kapal agar operasionalnya aman, efisien, dan sesuai aturan maritim. 

Pemeriksaan oleh petugas berwajib. (Foto: Dokumentasi penulis)


Isinya biasanya meliputi beberapa bidang utama berikut:


1. Manajemen Operasional.

  • Jadwal operasional / jam kerja harian mesin induk dan mesin bantu.
  • Pengaturan beban generator (load sharing & load shedding).
  • Pengendalian sistem bahan bakar, pelumasan, pendingin, dan udara bertekanan (compress air).
  • Prosedur start–stop mesin dan transisi mode (berlayar, manuver, pelabuhan).

2. Manajemen Perawatan.

  • Sistem perawatan terencana (planned maintenance system) perawatan terjadwal untuk mesin induk, generator, pompa, purifier, boiler, dll.
  • Perawatan prediktif (analisa getaran, oil analysis).
  • Pengelolaan suku cadang dan inventaris.
  • Dokumentasi pekerjaan perawatan.


3. Keselamatan & Lingkungan.

  • Pencegahan kebakaran ruang mesin (fire prevention).
  • Penanganan keadaan darurat (blackout, kebocoran, kebakaran, banjir ruang mesin).
  • Pengelolaan limbah: oily water separator (OWS), sludge, garbage management.
  • Kepatuhan terhadap MARPOL Annex I, VI, dan peraturan klasifikasi


4. Manajemen Personel.


5. Pengelolaan Dokumen & Laporan.

  • Log book ruang mesin.
  • Oil Record Book (ORB).
  • Planned Maintenance Record.
  • Laporan kerusakan dan defect list.
  • Sertifikat dan dokumen inspeksi.

Untuk dapat mengendalikan arah kapal, peran kemudi sangat penting supaya kapal dapat berlayar pada alur pelayaran yang telah ditentukan. Keselamatan pelayaran juga turut ditunjang oleh fungsi kemudi yang baik. 
Dalam prakteknya dilapangan, tidak jarang ditemui kerusakan sistem kemudi yang mengakibatkan arah kapal tidak dapat dikendalikan.

Sistem kemudi kapal. (Foto: Dokumentasi penulis)



Sistem kemudi darurat. 
Sistem ini difungsikan saat sistem kemudi utama gagal digunakan untuk mengendalikan arah kapal. 
Beberapa kondisi yang memerlukan operasional kemudi darurat diantaranya adalah,
  1. Kerusakan sistem hidrolis dan/atau sistem kontrol elektrik pada kemudi utama.
  2. Kerusakan sistem penggerak mekanis pada sistem kemudi utama.
  3. Kehilangan daya hidrolis dan/atau power elektrik penggerak pompa.
  4. Sistem kendali dari anjungan tidak berfungsi dengan baik.
  5. Kondisi darurat akibat kapal mengalami tabrakan atau kebakaran.
Dalam fungsional sistem kemudi darurat, umumnya digerakkan menggunakan tuas manual, roda kemudi mekanis atau menggunakan pompa hidrolis (yang sumber kelistrikannya di supply dari ESB-emergency switch board).

Beberapa catatan penting yang perlu dipahami sebelum dan saat memfungsikan peran kemudi darurat diantaranya adalah,
  • Melakukan pengujian secara berkala untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.
  • Informasikan kepada Nakhoda atau mualim jaga dianjungan terkait dengan fungsional sistem kemudi darurat.
  • Sistem komunikasi internal antara ruang kemudi dengan anjungan harus berfungsi secara cepat, normal dan dalam kondisi baik.
  • Saat memfungsikan peran kemudi darurat, kecepatan kapal harus dikurangi supaya kemudi lebih mudah digerakkan untuk mengendalikan arah kapal.

Jenis perawatan terencana merupakan aplikasi perawatan yang ideal untuk dilaksanakan diatas kapal. Keuntungan waktu, biaya dan profit operasional menjadi alasan perawatan terencana harus terus dilaksanakan diatas kapal.

Standard dan prosedur operasional pekerjaan perawatan yang terencana setidaknya harus mencakup beberapa data sebagai berikut,

- Mengidentifikasi perawatan untuk semua bagian kapal (termasuk konstuksi lambung, permesinan, serta peralatan dan perlengkapan penunjang kapal).

-  Menetukan jadwal pelaksanaan perawatan untuk semua bagian kapal.

-  Menentukan jadwal pengujian fungsi dan safety terhadap semua bagian kapal.

-    Pelaksanaan pekerjaan perawatan, pemeliharaan, pemeriksaan dan pengujian rutin.

- Laporan hasil evaluasi perawatan secara berkala yang terdokumentasi sebagai bahan pelaporan kepada pemilik kapal (ship owner).

-  Pengelolaan yang berhubungan dengan pihak ketiga yang terkait dengan perawatan kapal.

Beberapa persyaratan tersebut harus dijabarakan dalam item – item pekerjaan perawatan sesuai dengan kebijaksanaan form sistem manajemen keselamatan (SMK) manual perusahaan.

Pelaksanaan perawatan terencana dilakukan terjadwal berdasarkan jam kerja permesinan dan/atau periode waktu operasional. Sebagai contoh, implementasi PMS yang ada dikapal dilaksanakan dalam jangka waktu sebagai berikut,

1.     Setiap hari. Dilakukan pemeriksaan terhadap,

•          Tekanan dan temperatur minyak lumas.

•          Level minyak lumas sump tank dan/atau carter.

•          Level minyak lumas governor.

•    Tekanan dan temperatur pendingin air tawar & air laut pendingin.

•          Level air tawar pendingin dalam expansion tank.

•          Level bahan bakar dalam settling dan service tank.

•          Tekanan pompa bahan bakar.

•          Tekanan udara start atau ampere battery start.

•          Tekanan udara bilas.

•          Putar as / shaft propeller.

•          Tekanan oli hydrolis kemudi.

•          Level oli hydrolis kemudi.

•          Tegangan, ampere, frekuensi & cos phi alternator.

•          Tegangan, ampere, frekuensi & cos phi MSB.

•          Tekanan udara start.

•          Cerat botol angin.

 

2.     100 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•          Fungsi dari pelumasan di rocker arm.

•          Kebocoran kompresi exhaust dan intake valve.

•     Pelumasan pada bagian yang bergerak selain di dalam motor.

•          Cuci filter kasa turbocharger.

 

3.     500 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•          Cuci dan cek kondisi filter bahan bakar.

•          Cek dan rawat starting valve (atau motor stater).

•          Cuci turbocharger blower side.

•          Cuci filter oli dan pelumasan turbo charger.

•    Cuci sistem pipa pelumasan dan ambil sample oli untuk dianalisa.

 

4.     1000 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•  Cek kondisi asesoris di cylinder head khususnya intake & exhaust valve.

•    Cek konmdisi kerja governor.

•    Cek kondisi asesoris di cylinder head khususnya katup buang dan hisap.

•     Cek kondisi kerja governor.

 

5.     2000 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•      Cek kondisi metal duduk dan metal jalan serta kondisi crank shaftnya.

•       Cek kondisi baut, mur dan split pennya.

•       Kondisi pipa pelumas di rumah metal duduk.

•    Cek kondisi dilihat dari dalam ruang carter untuk permukaan liner.

•          Cek kondisi connecting rod.

•          Cek kondisi permuakaan cam shaft dan rollernya.

•          Cek kondisi permukaan kontak antara cam dan roller.

•          Cek kondisi permukaan sisi kanan kiri dari roller

•          Cek dan overhoul exhaust valve.

•          Cek clearence intake valve.

•          Cek fuel injection valve.

•          Cek starting valve.

•          Cek starting air distributor.

•          Bongkar pasang drain separator untuk udara start.

•          Bersihkan daerah dalam pipa udara start.

•          Cek dan keraskan baut pondasi mesin.

•          Cek defleksi dari crank shaft.

•          Cek dan keraskan baut pada turbo charger.

•          Cek dan keraskan baut pada intercooler.

•   Cek dan keraskan baut pada bracket dan pondasi turbo charger serta intercooler.

•          Cek dan keraskan baut manipol.

•          Cek dan keraskan baut dan klem pipa -pipa.

•   Cek kondisi fuel injection pump, readjust injection timing (disesuaikan dengan tekanan maksimum per silinder).

•    Cek kondisi dan repair delivery valve atau ganti dengan yang baru.

 

6.     4000 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•          Top overhoul silinder head.

•       Bongkar pasang dan bersihkan turbo charger bagian blower side.

•          Cuci intercooler dan oil cooler.

•  Cek kondisi gigi pada semua roda gigi melalui lubang pengintai atau pintu inspection termasuk pengukuran backlash (clearence) gigi.

 

7.     8000 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•          Top overhoul silinder head.

•          Cek intake valve dan asesorisnya.

•          Cek dan overhoul piston.

•      Cek connecting rod, bushing pin piston, pin piston dan metal jalan.

•          Cek dan overhoul metal duduk.

•          Cek dan overhoul ful injection pump.

•          Cek dan ukur diameter liner.

•          Overhoul turbo charger.

•          Cuci intercooler.

•          Cuci semua cooler (cooler air, cooler oli).

•          Cek kondisi sistem pipa pelumas.

•          Cek kondisi gorvenor.

•          Cek dan overhoul bush dan shaft rocker arm

•          Cek dan overhoul cam shaft bearing dan cam shaftnya.

•          Cek dan overhoul roller guide, roller guide cases, roller dan pin-nya.

•          Cek dan overhoul thrusat bearing dari crank shaft.

•     Cek kondisi dari baut pengatur gap katup dengan rocker arm.

•   Bongkar pasang dan perbaiki indikator cocks dan cylinder safety .

•    Bongkar pasang dan ganti O-ring-nya dari safety valve ruang crank sahft.

•     Cek kondisi dari pompa-pompa oli.

•    Ganti pipa rubber pendingin cylinder head atu housing valve.

 

8.     16000 jam. Dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap,

•      Over houl dan cek silinder liner.

•  Cek kondisi silinder block, ruang crankshaft dan pondasi mesin.

•     Cek kondisi crank shaft.

• Overhoul dan cek roda gigi penggerak dari cam shaft, governor.