Dalam sistem hidrolis, flange tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkomponen, tetapi juga harus mampu menahan tekanan kerja, getaran, serta beban mekanis selama sistem beroperasi.
Pada instalasi hidrolis, terdapat dua bentuk flange yang umum dijumpai, yaitu square flange (flange persegi) dan round flange (flange bulat). Keduanya dapat digunakan pada jalur yang berbeda sesuai dengan desain dan kebutuhan sistem.
Square Flange: Jalur Tekanan Keluar Pompa
Square flange umumnya digunakan pada jalur tekanan tinggi (pressure line), yaitu saluran yang mengalirkan oli dari pompa menuju katup kontrol, silinder hidrolis, atau motor hidrolis.
Jalur ini menerima tekanan yang dihasilkan pompa dan dapat mengalami lonjakan tekanan ketika beban berubah atau katup bekerja.
Dari sisi teknis, flange persegi pada desain tertentu memungkinkan penggunaan empat baut pengikat yang ditempatkan pada sudut-sudutnya. Susunan ini memberikan gaya penjepitan pada sambungan untuk menahan tekanan dan mencegah kebocoran.
Round Flange: Jalur Balik Menuju Tangki atau Pompa
Round flange atau flange bulat dapat dijumpai pada jalur balik (return line), yaitu saluran yang mengembalikan oli dari sistem menuju tangki atau sisi masuk pompa, sesuai dengan rancangan sirkuit hidrolis.
Pada jalur balik, tekanan umumnya lebih rendah dibandingkan jalur tekanan keluar pompa. Namun, tekanan balik tetap dapat meningkat akibat hambatan pada filter, pipa, atau saluran yang terlalu kecil.
Oleh karena itu, flange pada jalur balik tetap harus memiliki kekuatan mekanis dan kemampuan penyekatan yang sesuai dengan tekanan kerja sistem.
Perbedaan bentuk flange berkaitan dengan desain sambungan, kebutuhan pemasangan, ruang instalasi, dan kemampuan menahan beban.
Pada sejumlah desain, square flange menggunakan pola empat baut yang memberikan penjepitan pada beberapa titik, sedangkan round flange dapat dirancang dengan pola baut dan dimensi sambungan yang berbeda.
Namun, bentuk flange saja tidak menentukan kekuatannya. Kemampuan menahan tekanan juga dipengaruhi oleh material, ketebalan flange, diameter baut, kualitas gasket atau O-ring, serta desain sambungan.
Pemilihan flange harus mengacu pada tekanan kerja maksimum, termasuk kemungkinan lonjakan tekanan, dan spesifikasi dari pabrikan.


0 comments:
Posting Komentar