Just another free Blogger theme

Tampilkan postingan dengan label Quick Share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quick Share. Tampilkan semua postingan

Dalam sistem hidrolis, flange tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkomponen, tetapi juga harus mampu menahan tekanan kerja, getaran, serta beban mekanis selama sistem beroperasi.

Square flange (flange persegi) dan round flange (flange bulat). (Gambar: Dokumentasi penulis)


Pada instalasi hidrolis, terdapat dua bentuk flange yang umum dijumpai, yaitu square flange (flange persegi) dan round flange (flange bulat). Keduanya dapat digunakan pada jalur yang berbeda sesuai dengan desain dan kebutuhan sistem.


Square Flange: Jalur Tekanan Keluar Pompa

Square flange umumnya digunakan pada jalur tekanan tinggi (pressure line), yaitu saluran yang mengalirkan oli dari pompa menuju katup kontrol, silinder hidrolis, atau motor hidrolis.

Jalur ini menerima tekanan yang dihasilkan pompa dan dapat mengalami lonjakan tekanan ketika beban berubah atau katup bekerja.

Dari sisi teknis, flange persegi pada desain tertentu memungkinkan penggunaan empat baut pengikat yang ditempatkan pada sudut-sudutnya. Susunan ini memberikan gaya penjepitan pada sambungan untuk menahan tekanan dan mencegah kebocoran.


Round Flange: Jalur Balik Menuju Tangki atau Pompa

Round flange atau flange bulat dapat dijumpai pada jalur balik (return line), yaitu saluran yang mengembalikan oli dari sistem menuju tangki atau sisi masuk pompa, sesuai dengan rancangan sirkuit hidrolis.

Pada jalur balik, tekanan umumnya lebih rendah dibandingkan jalur tekanan keluar pompa. Namun, tekanan balik tetap dapat meningkat akibat hambatan pada filter, pipa, atau saluran yang terlalu kecil.

Oleh karena itu, flange pada jalur balik tetap harus memiliki kekuatan mekanis dan kemampuan penyekatan yang sesuai dengan tekanan kerja sistem.




Perbedaan bentuk flange berkaitan dengan desain sambungan, kebutuhan pemasangan, ruang instalasi, dan kemampuan menahan beban.

Pada sejumlah desain, square flange menggunakan pola empat baut yang memberikan penjepitan pada beberapa titik, sedangkan round flange dapat dirancang dengan pola baut dan dimensi sambungan yang berbeda.

Namun, bentuk flange saja tidak menentukan kekuatannya. Kemampuan menahan tekanan juga dipengaruhi oleh material, ketebalan flange, diameter baut, kualitas gasket atau O-ring, serta desain sambungan.

Pemilihan flange harus mengacu pada tekanan kerja maksimum, termasuk kemungkinan lonjakan tekanan, dan spesifikasi dari pabrikan.

Schedule pipa (Pipe Schedule / SCH) adalah penomoran standar yang digunakan untuk menentukan ketebalan dinding pipa pada pipa baja, pipa besi, dan material lainnya. Nomor ini tidak menunjukkan ukuran pasti, tetapi menjadi acuan untuk mengetahui seberapa kuat pipa tersebut digunakan dalam sistem bertekanan.

Fungsi utama schedule pipa,
  1. Menentukan ketahanan tekanan. Pipa dengan schedule tinggi dapat digunakan untuk sistem dengan tekanan tinggi (misal sistem hidrolik, bahan bakar, uap).
  2. Menyesuaikan jenis fluida yang dialirkan. Fluida panas, korosif, atau berbahaya biasanya memerlukan pipa dengan schedule lebih tinggi.
  3. Menjamin keselamatan dan keandalan sistem perpipaan kapal. Kesalahan pemilihan schedule bisa menyebabkan kebocoran, pecahnya pipa, hingga kecelakaan.

Beberapa jenis schedule yang sering digunakan antara lain:
  1. Schedule 40: Umum digunakan untuk aplikasi standar di kapal, terutama untuk saluran air dan saluran buang. (Pipa standar untuk tekanan rendah–menengah)
  1. Schedule 80: Digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan lebih tinggi terhadap tekanan. (Pipa tebal untuk tekanan menengah–tinggi). Umumnya digunakan untuk sistem hidrolik dan pipa bahan bakar.
  1. Schedule 160: Digunakan untuk sistem dengan tekanan sangat tinggi, seperti beberapa aplikasi mesin kapal atau sistem yang mengalirkan bahan kimia berbahaya.
  1. Schedule XXS (Extra Extra Strong): Ini adalah pipa dengan ketebalan dinding tertinggi yang umumnya digunakan untuk aplikasi dengan tekanan ekstrem. Biasanya digunakan untuk sistem yang memerlukan daya tahan ekstra, seperti sistem pembuangan bahan kimia atau gas berbahaya.

Umumnya schedule pipa dapat diidentifikasi pada marking yang tertulis pada permukaan pipa baru.

Dalam prakteknya di lapangan, kita akan menemukan kode angka dan tanda panah pada permukaan body valve.


Sebagai contoh, tertulis kode 5K – 32 yang artinya,

- Kode ini mengikuti standard jepang (JIS – Japanese Industrial Standard) untuk system pipa dan valves.

- 5K artinya kelas tekanan nominal (pressure rating). Dimaksudkan valve dirancang untuk tekanan kerja 5kg/cm2 atau 0,5MPa. Huruf “K” berasal dari kata kilogram per square centimeter (kgf/cm2). Kondisi ini juga berlaku untuk pressure rating yang lain seperti 10K, 16K dan seterusnya.

- 32 artinya ukuran nominal (nominal diameter)  DN25, yaitu pipa dengan diameter nominal 32 mm atau 1¼ inch.

Berikut ini adalah daftar nominal diameter yang digunakan dalam standard pipa dan valve.

Nominal Diameter (mm)

Ukuran (inch)

 

Nominal Diameter (mm)

Ukuran (inch)

6

1/8

 

65

2½

8

1/4

 

80

3

10

3/8

 

100

4

15

1/2

 

125

5

20

3/4

 

150

6

25

1

 

200

8

32

1¼

 

250

10

40

1½

 

300

12

50

2

 

350

14


Menurut pasal 17 – 19 UNCLOS 1982, hak lintas damai (innocent passage) adalah hak bagi kapal asing (baik kapal dagang maupun kapal perang) untuk melintas melalui laut teritorial suatu negara dengan syarat:
  • Cepat dan terus menerus (tidak berlama - lama).
  • Tidak mengganggu kedamaian, ketertiban dan keamanan negara pantai.
Siluet kapal yang tengah melintas di laut lepas. (Foto: Dokumentasi penulis)



Ciri - ciri lintas damai,

1. Harus dilakukan tanpa hambatan.

  • Tidak boleh berhenti atau berlabuh, kecuali dalam keadaan darurat.
  • Harus melalui laut teritorial dari satu bagian laut lepas ke bagian lain, atau dari laut lepas ke pelabuhan.

2. Dilarang melakukan kegiatan tertentu.
Kapal asing dianggap tidak damai bila melakukan kegiatan berikut di laut teritorial:
  • Ancaman atau penggunaan kekerasan.
  • Latihan militer atau uji senjata.
  • Mengumpulkan intelijen (spionase).
  • Menyebarkan propaganda.
  • Meluncurkan atau mendaratkan pesawat/kapal militer.
  • Menangkap ikan.
  • Melakukan riset atau survei.
  • Mencemari lingkungan laut.

3. Berlaku untuk semua kapal.
  • Kapal dagang.
  • Kapal penumpang.
  • Kapal perang (namun tetap tunduk pada syarat khusus, seperti pemberitahuan pada beberapa negara), tetapi tidak boleh latihan militer atau memata-matai.

Engine Room Management membahas semua aspek pengelolaan kamar mesin kapal agar operasionalnya aman, efisien, dan sesuai aturan maritim. 

Pemeriksaan oleh petugas berwajib. (Foto: Dokumentasi penulis)


Isinya biasanya meliputi beberapa bidang utama berikut:


1. Manajemen Operasional.

  • Jadwal operasional / jam kerja harian mesin induk dan mesin bantu.
  • Pengaturan beban generator (load sharing & load shedding).
  • Pengendalian sistem bahan bakar, pelumasan, pendingin, dan udara bertekanan (compress air).
  • Prosedur start–stop mesin dan transisi mode (berlayar, manuver, pelabuhan).

2. Manajemen Perawatan.

  • Sistem perawatan terencana (planned maintenance system) perawatan terjadwal untuk mesin induk, generator, pompa, purifier, boiler, dll.
  • Perawatan prediktif (analisa getaran, oil analysis).
  • Pengelolaan suku cadang dan inventaris.
  • Dokumentasi pekerjaan perawatan.


3. Keselamatan & Lingkungan.

  • Pencegahan kebakaran ruang mesin (fire prevention).
  • Penanganan keadaan darurat (blackout, kebocoran, kebakaran, banjir ruang mesin).
  • Pengelolaan limbah: oily water separator (OWS), sludge, garbage management.
  • Kepatuhan terhadap MARPOL Annex I, VI, dan peraturan klasifikasi


4. Manajemen Personel.


5. Pengelolaan Dokumen & Laporan.

  • Log book ruang mesin.
  • Oil Record Book (ORB).
  • Planned Maintenance Record.
  • Laporan kerusakan dan defect list.
  • Sertifikat dan dokumen inspeksi.

Penggunaan grinding paste & kertas gosok / amplas / sand papper menjadi sangat penting untuk menunjang pekerjaan diatas kapal.

Umumnya Tingkat kehalusan grinding paste tertera pada kemasan. Dan tingkat halus dan kasarnya. suatu amplas "sand papper" ditunjukkan dengan besarnya kecilnya angka yang tertera pada balik permukaan sisi gosoknya.

 


Contoh kemasan grinding paste dengan rincian grit size. Foto: Dokumentasi penulis.


Grit Size

Keterangan

36-50

Sangat kasar

80-120

Kasar

150-180

Medium

220-240

Medium halus

280-320

Halus

400-600

Sangat halus

800-1200

Sangat halus sekali

 

Sederhananya, semakin besar nilai grit sand papper, menunjukkan bentuk fisik yang semakin halus.



SAE adalah singkatan dari society of automotive engineers, sebuah organisasi internasional yang menetapkan standar teknis untuk industri otomotif dan teknik kendaraan bermotor.

Dalam konteks pelumas, SAE digunakan untuk mengklasifikasikan viskositas oli (kekentalan oli) — yaitu seberapa mudah atau sulit oli mengalir pada suhu tertentu.

SAE mengklasifikasikan oli mesin berdasarkan skala numerik, misalnya:

SAE 10W-30

SAE 15W-40

SAE 5W-20 dan sebagainya.

Jenis minyak lumas berdasarkan viskositasnya ada dua yaitu,

1.    Single grade oil.

•   Contoh: SAE 30, SAE 40.

•   Digunakan pada mesin lama atau kondisi operasi stabil.

•   Tidak fleksibel terhadap perubahan suhu.

 

2.    Multi grade oil.

•   Contoh: SAE 10W-40, SAE 5W-30.

•   Lebih umum digunakan di kendaraan modern.

•   Menyesuaikan performa baik di suhu rendah maupun tinggi.

Arti dari kode angka SAE. Sebagai contoh berikut ini,

•        Pada single grade oil tertuliskan SAE 30 artinya minyak lumas tersebut memiliki nilai kekentalan 30 pada suhu kerja mesin.

•        Pada Multi grade oil tertuliskan SAE 5W-30 artinya, pada musim dingin (winter) minyak lumas memiliki kekentalan rendah (encer) dengan nilai 5 dan pada suhu tinggi kekentalan minyak menjadi lebih kental pada angka 30.

Memilih SAE oli yang tepat sangat penting untuk:

•       Perlindungan optimal terhadap aus dan gesekan

•       Efisiensi bahan bakar

•       Performa mesin yang konsisten di berbagai suhu

•       Mencegah kerusakan saat start dingin (cold start)


CCAI merupakan salah satu unsur yang terkandung dalam bahan bakar. 

CCAI (calculated carbon aromaticity index) adalah nilai aromatisitas bahan bakar mesin diesel. Nilai ini digunakan untuk menilai sifat pengapian bahan bakar. Batas maksimal adalah 860. Apabila nilai melebihi angka tersebut, maka hard knocking akan terjadi pada mesin ketika beropersi pada putaran rendah.

Nilai CCAI ditentukan oleh berat jenis dan nilai viskositas dengan rumusan teoritis sebagai berikut.

CCAI = D – 141 x log (log (V + C)) – 81

D adalah density, V adalah viscosity dan C adalah konstan dengan nilai 0,85.


Pemilihan BBM dengan karakteristik yang sesuai akan mengurangi emisi gas buang mesin. (Foto: Dokumentasi penulis).

Enclosed space di kapal (atau ruang tertutup) adalah ruangan yang memiliki ventilasi terbatas, tidak dirancang untuk ditempati manusia secara terus-menerus, namun dapat diakses untuk pekerjaan tertentu.

Awak kapal memasuki ballast water tank yang merupakan salah satu jenis enclosed space diatas kapal. (Foto: Dokumentasi penulis).


Ruangan ini berpotensi berbahaya karena bisa mengandung gas beracun, kekurangan oksigen, atau gas mudah terbakar.

Contoh enclosed space di kapal:

•          Tangki bahan bakar (fuel oil tank).

•          Tangki air ballast.

•          Tangki kargo (di kapal tanker).

•          Void spaces / cofferdams.

•          Double bottom tanks.

•          Chain locker.

•          Pump room.

•          Boiler room (jika tidak beroperasi terus-menerus).

•          Fresh water tanks.

•          Cargo hold (dalam kondisi tertutup).

Bahaya yang dapat ditemukan di enclosed space:

•       Kadar oksigen rendah (< 19.5%)

•       Gas beracun (H₂S, CO, gas dari muatan, dll.)

•       Gas mudah terbakar (uap bahan bakar, metana, dll.)

•       Asap atau gas akibat reaksi kimia

•       Bahaya fisik: sempit, gelap, sulit evakuasi

Prosedur masuk enclosed space (Enclosed Space Entry Permit - ESEP):

•  Sebelum masuk ke enclosed space, lakukan ventilasi ruang terlebih dahulu (free gas). Pengukuran kandungan gas berbahaya wajib dilakukan. (Oksigen: min. 20.9%, Gas beracun: dalam batas aman, Gas mudah terbakar: < 10% LEL).

•          Izin masuk (entry permit) harus diterbitkan dan ditandatangani.

•          Personel harus dilengkapi alat pelindung diri (APD).

•          Standby person wajib siaga di luar dengan komunikasi aktif.

•          Peralatan penyelamatan harus tersedia.