Just another free Blogger theme

Dalam dunia kelistrikan kapal, kita sering menemukan ampere meter analog pada panel kontrol untuk memonitor arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian. Namun, tidak semua ampere meter bekerja dengan skala yang dimulai dari angka nol di sebelah kiri.


Pada beberapa sistem kontrol DC, digunakan DC Ammeter Center-Zero, yaitu ampere meter dengan posisi 0 berada di tengah skala. Jarum dapat bergerak ke kanan maupun ke kiri.

DC Ammeter Center-Zero adalah alat ukur arus listrik DC yang mempunyai titik nol di tengah skala.

Berbeda dengan ampere meter konvensional yang umumnya memiliki skala:

0 → 50 → 100 → 150

pada center-zero ammeter skalanya dapat berbentuk:

−150 ← −100 ← −50 ← 0 → +50 → +100 → +150

Dengan demikian, jarum dapat bergerak:

  • ke kanan dari titik nol,
  • tepat di tengah,
  • atau ke kiri dari titik nol.

Pergerakan tersebut menunjukkan arah arus relatif terhadap polaritas dan arah pemasangan meter.


Berbeda dengan AC yang secara periodik berubah arah, arus DC pada suatu rangkaian mempunyai polaritas dan arah tertentu.

Ketika sebuah DC ammeter dipasang pada suatu rangkaian, pabrikan menentukan terminal positif dan negatif meter serta arah arus yang dianggap sebagai arah positif.

Jika arus mengalir sesuai arah tersebut, jarum bergerak ke sisi positif (+).

Jika arus mengalir berlawanan arah, jarum bergerak ke sisi negatif (−).

Jadi tanda positif dan negatif pada center-zero ammeter pada dasarnya menunjukkan arah arus terhadap referensi pemasangan alat ukur.



Misalnya skala meter menunjukkan:

−150 ← 0 → +150 mA

Jika jarum bergerak ke kanan dan menunjukkan +50 mA, artinya terdapat arus sebesar 50 mA yang mengalir sesuai arah positif yang ditentukan oleh pemasangan meter.

Secara sederhana:

Arus sesuai arah referensi → jarum ke kanan → pembacaan positif.

Jika kondisi tersebut sesuai dengan desain rangkaian, maka pembacaan positif merupakan kondisi normal.

Sebaliknya apabila jarum bergerak ke kiri dan menunjukkan:

−50 mA

Artinya terdapat arus sebesar 50 mA yang mengalir berlawanan dengan arah referensi positif meter.



Hal yang perlu dipahami:

Nilai negatif tidak selalu berarti kerusakan.

Tanda minus hanya menunjukkan bahwa arah arus berlawanan dengan arah yang digunakan sebagai referensi.

Ada beberapa kemungkinan mengapa pembacaan menjadi negatif:

  1. Rangkaian memang dirancang agar arus mengalir ke arah tersebut.
  2. Polaritas pemasangan meter berbeda dengan yang diasumsikan.
  3. Kabel atau terminal meter tertukar.
  4. Rangkaian kontrol mempunyai kondisi operasi tertentu yang menyebabkan arah arus berubah.
  5. Terdapat kondisi abnormal pada rangkaian, apabila secara desain arus seharusnya selalu mengalir ke arah positif.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa jarum ke kiri berarti kerusakan.



Jika jarum berada tepat pada posisi:

0

maka secara prinsip tidak terdapat arus yang terukur melalui meter, atau arusnya sangat kecil sehingga jarum berada sangat dekat dengan titik nol.

Namun demikian, pada sistem kontrol tertentu, kondisi 0 mA bisa berarti:

  • rangkaian memang tidak sedang aktif,
  • tidak ada sinyal arus,
  • beban tidak bekerja,
  • sensor tidak memberikan output,
  • atau terjadi gangguan pada rangkaian.

Karena itu, 0 mA juga harus dibandingkan dengan kondisi operasi sistem.

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar