Just another free Blogger theme

International Shore Connection (ISC) adalah sambungan standar internasional yang digunakan untuk menghubungkan sistem pemadam kebakaran kapal dengan suplai air dari darat (shore fire main).

ISC dipasang apabila sistem pemadam kebakaran kapal mengalami kerusakan atau tekanan fire main kapal tidak mencukupi saat terjadi kebakaran di pelabuhan.

Peralatan ini diwajibkan oleh aturan SOLAS (Safety of Life at Sea) dan harus tersedia di setiap kapal niaga.





Fungsi International Shore Connection

Fungsi utama ISC adalah:

  1. Menghubungkan fire main kapal dengan hydrant darat
  2. Menyuplai air pemadam dari shore
  3. Cadangan saat fire pump kapal gagal bekerja
  4. Membantu pemadaman kebakaran besar di pelabuhan
  5. Standarisasi internasional, sehingga koneksi dapat digunakan di pelabuhan negara mana pun

Konstruksi ISC

Berdasarkan gambar yang Anda lampirkan, ISC terdiri dari:

1. Flange utama

Berbentuk lingkaran dengan dimensi standar internasional.

Dimensi umum:

  • Outside diameter : 178 mm
  • Inside diameter : 64 mm
  • Bolt circle diameter : 132 mm
  • Slot bolt : 4 buah
  • Slot width : 19 mm
  • Thickness flange : 14.5 mm

Dimensi ini dibuat universal agar cocok dengan sistem hydrant internasional.


2. Slot baut universal

Pada flange terdapat 4 slot baut berbentuk U.

Tujuannya:

  • Memudahkan pemasangan cepat
  • Cocok untuk berbagai jenis baut hydrant
  • Tidak perlu presisi posisi baut

3. Coupling penghubung

Bagian belakang ISC menggunakan coupling yang dapat disambungkan ke:

  • Selang pemadam
  • Fire main kapal
  • Shore hydrant

Prinsip Kerja ISC

Urutan penggunaannya:

  1. Kapal mengalami kebakaran
  2. Tekanan fire main kapal tidak tersedia
  3. Tim darat menyiapkan hose hydrant
  4. ISC dipasang pada fire main kapal
  5. Hose hydrant darat dihubungkan ke ISC
  6. Air dipompa dari darat menuju sistem pemadam kapal

Aliran air:

Shore hydrant → Hose → ISC → Fire main kapal → Hydrant/nozzle kapal


Lokasi Penyimpanan ISC di Kapal

ISC biasanya disimpan:

  • Dekat manifold fire main
  • Dekat fire station
  • Di ruang fire locker
  • Area yang mudah dijangkau saat emergency

Biasanya dilengkapi:

  • Baut
  • Mur
  • Gasket
  • Kunci pemasangan

Persyaratan SOLAS

Menurut SOLAS Chapter II-2:

  • Setiap kapal wajib memiliki minimal 1 ISC
  • Harus kompatibel dengan standar internasional
  • Harus siap digunakan setiap saat
  • Harus lengkap dengan gasket dan baut

Material ISC

Material yang umum digunakan:

  • Brass
  • Bronze
  • Cast steel
  • Stainless steel

Syarat material:

  • Tahan korosi air laut
  • Kuat terhadap tekanan hydrant
  • Tidak mudah retak

Pemeriksaan dan Perawatan ISC

Pemeriksaan rutin

Yang diperiksa:

  • Kondisi flange
  • Retak atau korosi
  • Kelengkapan baut dan gasket
  • Kondisi coupling
  • Kebersihan ulir dan permukaan flange

Perawatan

  • Bersihkan setelah digunakan
  • Beri grease tipis pada baut
  • Simpan di tempat kering
  • Cat ulang bila korosi

Permasalahan yang Sering Terjadi

1. Gasket rusak

Akibat:

  • Kebocoran saat pemakaian

2. Baut hilang

Akibat:

  • ISC tidak dapat dipasang cepat saat emergency

3. Korosi flange

Akibat:

  • Sulit sealing
  • Kebocoran tekanan

4. Coupling macet

Akibat:

  • Sulit dihubungkan ke hose

Pentingnya ISC dalam Keselamatan Kapal

ISC merupakan peralatan kecil tetapi sangat penting karena:

  • Menjadi backup terakhir sistem pemadam kapal
  • Membantu koordinasi pemadaman dengan petugas darat
  • Mengurangi risiko kerusakan besar akibat kebakaran
  • Menjadi persyaratan wajib inspeksi PSC dan class

Tanpa ISC, kapal dapat kesulitan menerima bantuan pemadaman dari darat saat kondisi darurat.

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar