Just another free Blogger theme

Megger tester adalah alat untuk mengukur tahanan isolasi (insulation resistance) pada kabel, motor listrik, generator, trafo, dan instalasi listrik. Nilai yang diukur biasanya dalam satuan Mega Ohm (MΩ).

Proses megger test instalasi panel starter. (Foto: Dokumentasi penulis).


Cara kerja megger tester: 

  1. Megger menghasilkan tegangan DC tinggi.
  2. Tegangan ini diberikan ke isolasi peralatan listrik.
  3. Alat mengukur seberapa besar arus bocor yang melewati isolasi.
  4. Dari arus bocor tersebut dihitung nilai tahanan isolasi.


Semakin baik isolasi, arus bocor semakin kecil dan hasil data ukur nilai Mega Ohm semakin besar. Sebaliknya jika isolasi lembab, retak, kotor, atau rusak arus bocor membesar dan ilai Mega Ohm turun.

Megger tester menggunakan tegangan DC tertentu tergantung objek yang diuji. Berikut tegangan yang umum dipakai:


Megger tester menggunakan tegangan DC bukan AC karena beberapa alasan berikut ini,
  • pengukuran isolasi lebih stabil
  • tidak dipengaruhi reaktansi induktif/kapasitif.
  • lebih mudah mendeteksi kebocoran isolasi sebenarnya.


Objek yang diujiTegangan Megger
Instalasi rumah 220V250V atau 500V DC
Motor listrik 440V500V DC
Panel dan kabel 440V500V DC
Motor/generator 3.3kV1000V DC
Sistem 6.6kV2500V–5000V DC
Trafo tegangan tinggi5kV–10kV DC

Penggunaan tegangan megger yang terlalu besar atau terlalu kecil bisa menyebabkan hasil pengukuran tidak akurat, bahkan merusak isolasi peralatan.
Jika tegangan Megger terlalu kecil,
Contoh: Motor 440V dites pakai Megger 100V
Efeknya, Kebocoran isolasi tidak terdeteksi. Isolasi yang mulai rusak kadang baru “tembus” saat diberi tegangan tinggi. Kalau test voltage terlalu rendah, hasil terlihat bagus padahal saat operasi normal bisa terjadi leakage atau short.
Ibaratnya: retakan kecil belum “terbuka”. Nilai Mega Ohm terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Karena tegangan rendah menghasilkan arus bocor kecil. Akibatnya, false good result peralatan dianggap aman padahal sebenarnya lemah

 

Jika tegangan Megger terlalu besar
Contoh: Kabel kontrol 24V dites pakai 5kV Megger
Efeknya lebih berbahaya dan isolasi bisa rusak. 
Tegangan DC tinggi dapat, menembus isolasi tipis, mempercepat breakdown, menyebabkan tracking karbon, merusak varnish winding.

Hal penting saat memakai megger tester,
  • Peralatan harus OFF dan tidak bertegangan.
  • Kapasitor harus dibuang muatannya.
  • Jangan menyentuh terminal saat testing.
  • Setelah test, lakukan discharge karena masih ada tegangan sisa.
  • Jangan gunakan megger pada perangkat elektronik sensitif seperti PLC tanpa prosedur khusus.


Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar