ILR atau Inflatable Liferaft merupakan salah satu peralatan keselamatan jiwa yang sangat penting di atas kapal. Dalam kondisi normal, keberadaannya mungkin terlihat sederhana—sebuah container berbentuk tabung yang tersusun rapi di sepanjang sisi kapal.
ILR diatas kapal. (Foto: Dokumentasi penulis).
Foto di atas memperlihatkan deretan container inflatable liferaft yang ditempatkan di area terbuka kapal. Penempatan seperti ini bukan sekadar persoalan kerapian, tetapi harus mempertimbangkan akses, keamanan, kemampuan untuk dilepaskan, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.
Inflatable Liferaft adalah rakit penolong yang dapat mengembang secara otomatis maupun dengan mekanisme yang telah dirancang untuk keadaan darurat.
Berbeda dengan lifeboat yang memiliki struktur kaku dan biasanya dilengkapi mesin, inflatable liferaft pada kondisi tersimpan memiliki bentuk yang sangat ringkas. Liferaft dilipat dan dikemas di dalam sebuah container.
Ketika diperlukan, liferaft akan dikeluarkan dari container dan mengembang sehingga menjadi sebuah rakit yang dapat digunakan oleh sejumlah orang sesuai kapasitas yang ditentukan.
Liferaft merupakan bagian dari life-saving appliances (LSA) yang diatur dalam SOLAS Chapter III dan International Life-Saving Appliance (LSA) Code. IMO menjelaskan bahwa SOLAS Chapter III mengatur berbagai persyaratan peralatan dan pengaturan keselamatan jiwa, termasuk lifeboat, rescue boat, liferaft, dan lifejacket.
Persyaratan teknis untuk container liferaft antara lain mencakup kemampuan menahan kondisi penggunaan di laut dan memiliki buoyancy yang cukup untuk membantu menarik painter serta mengoperasikan mekanisme inflasi apabila kapal tenggelam.
Apa yang Ada di Dalam Liferaft?
Meskipun dari luar hanya terlihat sebuah container, di dalamnya terdapat sebuah sistem keselamatan yang cukup kompleks.
Liferaft dilengkapi dengan berbagai perlengkapan survival yang diperlukan untuk membantu orang yang berada di dalamnya bertahan sampai mendapatkan pertolongan.
Perlengkapan tersebut dapat mencakup antara lain:
- alat komunikasi dan/atau sarana pemberi tanda sesuai persyaratan;
- pyrotechnics atau alat sinyal;
- perlengkapan pertolongan pertama;
- air minum dan perlengkapan survival;
- makanan darurat;
- alat perbaikan;
- perlengkapan untuk mengambil air;
- dayung atau perlengkapan penggerak yang dipersyaratkan;
- lampu;
- sea anchor;
- perlengkapan keselamatan lainnya.
- Isi dan konfigurasi perlengkapan bergantung pada tipe liferaft, kapasitas, jenis kapal, serta persyaratan yang berlaku.
Liferaft yang sudah bertahun-tahun berada di deck tetap membutuhkan pemeriksaan dan servicing sesuai persyaratan.
Yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Kondisi container
Periksa apakah terdapat:kerusakan;retak;deformasi;korosi pada bagian tertentu;strap atau securing yang bermasalah;marking yang tidak terbaca.
2. Service date
Perhatikan tanggal atau informasi servicing.Jangan menganggap liferaft aman hanya karena container masih terlihat bagus.
3. Painter
Pastikan pengaturan painter sesuai dengan desain dan tidak mengalami kondisi yang dapat mengganggu operasinya.
4. Hydrostatic Release Unit
Jika menggunakan HRU, kondisi dan masa berlaku/service information harus diperhatikan.
5. Securing arrangement
Liferaft harus terpasang dengan benar pada tempat penyimpanannya. Securing yang terlalu longgar dapat menyebabkan masalah saat kapal mengalami gerakan berat.


0 comments:
Posting Komentar