Just another free Blogger theme

NEW RELEASE dan tersedia di beberapa marketplace nasional.

SHOPEE. KLIK DISINI.

TOKOPEDIA. KLIK DIISINI.

LAZADA. KLIK DISINI.

TIKTOK SHOP. KLIK DISINI.

GUEPEDIA, KLIK DISINI.


Buku “Teori, Operasional, dan Perawatan Permesinan Bantu Kapal” menghadirkan panduan teknis yang praktis dan terpercaya bagi siapa pun yang ingin menguasai sistem penunjang vital di atas kapal. Dirancang dengan pendekatan aplikatif dan berbasis standar industri maritim, buku ini menguraikan secara rinci prinsip kerja, desain, karakteristik operasional, serta strategi perawatan berbagai permesinan bantu yang menentukan keandalan dan efisiensi operasi kapal modern.


Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan teknis mendalam mengenai sistem kelistrikan kapal, generator, pompa dan hidraulik, kompresor starting air, sistem pendingin, sistem pelumasan, boiler dan economizer, oil purifier & separator, hingga auxiliary engine dan peralatan penunjang kritis lainnya. Setiap bab disusun untuk menjawab kebutuhan praktis di ruang mesin, termasuk analisis fault-finding, parameter operasi yang harus dimonitor, serta langkah-langkah preventif untuk mencegah downtime dan kegagalan peralatan.

Disertai diagram teknis, contoh operasional, serta skenario troubleshooting nyata di kapal, buku ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana merancang, mengoperasikan, dan merawat permesinan bantu secara aman, efisien, dan sesuai regulasi internasional.

Sebagai referensi wajib bagi taruna pelayaran, marine engineer, teknisi perkapalan, surveyor, hingga praktisi industri maritim, buku ini bukan hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga membekali pembaca dengan kompetensi profesional yang krusial untuk menghadapi tantangan operasional kapal masa kini. 

Keselamatan kapal tidak hanya bergantung pada kecanggihan mesin dan navigasi, tetapi juga pada kesiapan sistem daruratnya. Salah satu komponen penting yang sering luput dari perhatian adalah International Shore Connection (ISC) — sambungan darurat yang memungkinkan suplai air pemadam dari darat masuk ke sistem pemadam kebakaran kapal.

ISC yang ada dikapal. (Gambar: Dokumentasi penulis).


Dalam situasi tertentu, komponen ini dapat menjadi “jalur penyelamat” ketika fire pump kapal tidak dapat beroperasi.


International Shore Connection (ISC) adalah sambungan standar internasional yang memungkinkan kapal menerima suplai air pemadam kebakaran dari darat melalui sistem hydrant pelabuhan.

Kewajiban penyediaan ISC di kapal diatur oleh International Maritime Organization melalui konvensi SOLAS (Safety of Life at Sea).

Setiap kapal niaga wajib memiliki satu set ISC lengkap dengan:

  • Flange standar internasional.
  • Gasket.
  • Baut dan mur.
  • Blind flange (penutup).
  • Lokasi penyimpanan yang mudah dijangkau.

Dalam kondisi normal, sistem pemadam kebakaran kapal mendapatkan tekanan air dari:

  • Main fire pump.
  • Emergency fire pump.
  • Jockey pump (jika tersedia).

Namun, dalam kondisi darurat seperti:

  • Blackout total.
  • Kegagalan pompa utama.
  • Kebakaran di ruang mesin.
  • Kapal dalam perbaikan (dock).

Sistem pemadam dikapak tidak bisa difungsikan. Pada saat inilah shore connection menjadi satu-satunya sumber suplai air eksternal.

Cara Kerja Shore Connection

  • Selang dari hydrant darat dihubungkan ke flange ISC kapal.
  • Valve shore connection dibuka.
  • Air bertekanan dari pompa pemadam darat masuk ke fire main kapal.
  • Sistem hydrant kapal kembali berfungsi.

Standarisasi Dimensi ISC

ISC memiliki ukuran flange standar internasional agar dapat digunakan di pelabuhan mana pun di dunia. Standar ini dibuat untuk memastikan kompatibilitas global tanpa perlu adaptor tambahan.

Kesalahan tentang ISC yng sering menjadi temuan saat audit diantaranya adalah,

  • Baut ISC tidak lengkap
  • Gasket hilang atau rusak
  • Flange berkarat
  • Akses terhalang muatan atau peralatan
  • Awak kapal tidak memahami prosedur penggunaannya